Berubah

Beberapa tahun belakangan ini, saya memang seolah jadi mahluk introvert. Seseorang yang jarang membuka diri. Seseorang yang merasa nyaman melakukan segala sesuatu sendirian. Hingga sempat berpikir, tak usahlah berteman terlalu dekat jika hanya akan menimbulkan perselisihan. *astaghfirullah…

persahabatan bagai kepompong

merubah ulat menjadi kupu-kupu

persahabatan bagai kepompong

hal yang tak mudah berubah jadi indah…..”

by Sindentosca

Dulu saya jarang bercerita padanya. Jarang mengungkapkan sesuatu dan tidak membuka diri padanya. Cenderung tertutup malah. Dulu saya juga jarang mengajaknya jalan-jalan. Sungguh, hal itu pernah saya lakukan padanya. Padahal kami selalu berdua. Setidaknya saat di kampus. Dan itupun sudah dimulai sejak lebih dari 2 tahun yang lalu. Di antara rentang waktu tersebut, saya yakin dia pernah merasa kesal pada saya. Dan jujur, saya pun juga pernah merasa kesal padanya karena suatu hal yang sudah saya lupa. :-P.

Tapi kini,,,

Dimulai dengan kemauan saya untuk menonton “laskar pelangi” tepat di hari pertama perkuliahan kami di semester ini. Perjuangan menembus hujan malam itu hanya untuk satu alasan intern saja. “Sayang kan udah bayar 20 ribu masak nggak jadi nonton,” katanya. 🙂

Entahlah, sejak saat itu, saya jadi nyaman untuk membahas hal yang sebelumnya sering saya anggap “nggak penting”. Saya sering meminta pertimbangan padanya dari persoalan yang sedang saya hadapi, begitu juga sebaliknya. Tak jarang saya ataupun dia ber-sms hanya untuk menyebutkan nama yang seolah dengan nada berteriak. Itu biasa kami lakukan kalau kami sedang terjebak dalam keadaan darurat. Merasa malu karena sesuatu, he..he..

Dan kinipun,,,

Kami punya mimpi. Mimpi yang mungkin dianggap konyol bagi sebagian orang yang mengetahuinya.Sebuah mimpi yang mungkin tidak pantas dikatakan sebagai mimpi. Kami ingin melakukan sebuah perjalanan. Perjalanan menuju sebuah kesenangan childish. Perjalanan menuju sebuah istana permainan besar di ibukota.:-))

*Sahabat.. semoga kita bisa terus menjalin persahabatan ini ya. Trima kasih untuk semuanya dan maafkan sikapku selama ini. Semoga Allah meridhoi persahabatan kita… Amin..


Advertisements

7 Responses to “Berubah”

  1. yup.. gud…gud… itu sama temen apa sama pacar? atau sama bapak? 😀

    ehmm, dream.. dream … dream… menurutku mimpi dan keinginan itu ga ada bedanya.. dalam hal ini loh…

  2. permainan besar.. itu apa?

  3. ya sama temen donk..

    *coba tebak, ini nama tempat, masak nggak tau??

  4. ngapain ke ibukota coba? udah terlalu banyak orang disana Bu…

  5. Fauzan lg mati lampu Says:

    Permainan besar. . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: