Cerita Pagi Ini

(Tuttt…tuuttt….tuuuuttt…)

Anak : Assalamu’alaikum

Ibu : Wa’alaikumsalam

Anak : Ibu?

Ibu : Iya..?

Anak : Udah berangkat buk?

Ibu : Belum …… (saya lupa lanjutannya..)

Anak : Buk..

Ibu : Ada apa?

Anak : Pengen pulang … (mulai sesenggukan)

Ibu : (nada senyum)… kok pulang?? kan udah mahasiswi, adek nggak boleh manja donk..

Anak : (terbata-bata nahan nangis) ya udah..ya udah.. nggak jadi pulang deh. Pulangnya pas liburan Natal aja..

bla…bla…bla

Ibu : (nada senyum lagi) baru bangun ya? udah sholat subuh belum?

Anak : Belum… ya udah ya buk.. aku sholat dulu…

Ibu : Iya..

Anak : Assalamu’alaikum ibuk..

Ibu : Wa’alaikumsalam…

~__________________~

Ringkasan percakapan di atas tidak sengaja saya dengar pagi ini, saat adek kos saya sedang nelpon Ibunya. Kasihan dia, karena jauhnya jarak antara tempat tinggal dengan Jogja dan juga karena alasan lain, jadi libur lebaran haji kali ini tidak pulang. Hmm… begitu inginnya pulang sampai-sampai mengeluarkan air mata saat mengutarakan keinginannya pada sang Ibu. Saya benar-benar bisa merasakan apa yang dia rasakan tadi pagi. Tidak hanya saya saja, tapi siapapun yang mendengar langsung percakapan dia dengan sang Ibu tadi pagi pun bisa jadi akan sependapat dengan apa yang saya rasakan. Kerinduannya untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga memang sangat nyata. Terutama kerinduannya pada sosok seorang Ibu benar-benar terasa dari nada suaranya. Maklumlah, masih berstatus sebagai mahasiswa baru dari rantau yang belum terbiasa hidup jauh dari orangtuanya. Bisa jadi tiba-tiba dia teringat ritual yang biasa dia dan keluarganya lakukan setiap kali lebaran haji…

Ehem.. ngomong-ngomong tentang rindu, ah.. betapa beruntungnya saya. Karena jarak antara rumah dan kos bisa saya tempuh kurang lebih 1,5 jam saja, jadi kapanpun saya bisa pulang sesukanya dan melepas kerinduan pada Ibu dan juga Bapak tentunya. Dan ngomong-ngomong soal Ibu, saya jadi teringat saat-saat awal kos. Setiap kali mendengar suara Ibu, saya tidak kuat mengeluarkan suara. Yang keluar hanya tangisan atau bahkan malah terdiam menahan tangis karena tidak mau Ibu tahu kalau saya sedang menangis. Entahlah,, karena terlalu rindukah, sayangkah, atau karena terlalu banyak kesalahan yang telah saya lakukan padanya..?? :-(. Whateverlah, yang pasti saya sayang Ibu.

Love You Mom…

Advertisements

One Response to “Cerita Pagi Ini”

  1. oalah.. oalah…
    *sekedar memberi komentar aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: