Tentang Hujan 2008 (part 2)

Romantisme hujan pun telah hilang,

Berlari menjauh, tanpa sekalipun mau berhenti

Dan kini yang tersisa hanya luka

Sakit yang mengendap tanpa ku tau kapan sembuhnya

*I never imagined, I could hurt like this…

Advertisements

4 Responses to “Tentang Hujan 2008 (part 2)”

  1. ariefdj™ Says:

    ..duh.. masih rangkaian kesedihan ya.. Hehe.. Tetap semangat !!.. Hidup kan tidak selamanya indah, terutama jika melihatnya dari sudut pandang yang salah..

  2. “rencana Allah pasti indah”…
    keep spirit…

  3. singkat banget ya…
    ehmmm.. aq tau knp… he..
    ukhti isna pasti tergesa-gesa posting karena udah mepet akhir bulan…
    hihi… kasian deh lo… 😛

    suka sotoy apa baksoy? :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: