Mengapa cinta harus dibuang??

Beberapa hari yang lalu 2 teman perempuan saya berkeluh kesah pada saya tentang permasalahan yang sama, lelaki dan cinta:-).  Sepertinya dua hal ini tak pernah bisa lepas dari problematika perempuan:-).  Dan yang menjadi perhatian saya kali ini adalah ketika salah satu teman perempuan saya takut  untuk jatuh cinta, maklum saja, dia pernah hancur berkeping-keping karna cinta.

Saya faham betul ketika teman saya itu takut untuk meletakkan hati dan harapan pada lelaki yang kini sedang mendekatinya, meskipun saya juga tahu benar bahwa sebetulnya dia juga sudah jatuh cinta. Takut gagal, dikecewakan, ditinggalkan, dan masuk dalam lubang yang sama jadi alasan kuat untuk membuang jauh rasa yang mulai tumbuh subur di hatinya.

Saya jadi teringat dengan status seseorang di YM, yang intinya mengatakan bahwa dalam satu hati  tidak mungkin ada dua cinta, dan jika ada cinta selain Allah maka kita akan disiksa olehnya, dan kesimpulannya adalah…ya buang saja cinta selain kepada Allah itu. Benar juga, ketika telah jatuh mencinta terkadang manusia melupakan sesuatu yang lebih berharga di atas itu semua, yaitu cinta kepada Allah.  Mata, hati, dan pikiran cenderung hanya akan ada “dia” saja. Iya..”dia” hanyalah makhluk yang tidak abadi namun kemudian akan menjadi penguasa segalanya. Dan ketika “dia” tak lagi sesuai dengan yang diharapkan maka yang tertinggal hanyalah ‘siksa’. Sayatan luka yang memporak porandakan relung jiwa.

Namun dari sudut pandang saya yang mulai berubah tentang cinta, ya mengapa cinta harus dibuang ketika segala sesuatunya telah diyakini. Ketika dua hati telah bertaut, ketika nada sudah seirama, dan ketika dua sayap sudah siap mengepak bersama, mengapa anugrah rasa itu harus dibuang. Justru cinta yang mulai tumbuh harus dirawat dan dijaga agar tidak menjadi liar. Kalau bisa begitu tentunya cinta tidak akan menyiksa. Dan jika saja nanti akan ada kecewa, anggap itu sebagai pembelajaran untuk menjadikan diri semakin dewasa. Bukankah Allah tidak akan tega memberi “kecewa” pada hambaNya tanpa maksud. Kalaupun nanti kecewa lagi, bukankah itu akan membuat pondasi jiwa semakin kuat dan kokoh, karna Allah mengajarkan ketegaran dalam setiap kesakitan kita.

Bukannya saya tidak tahu bagaimana rasanya kecewa, malah saya faham benar bagaimana kecewa karna cinta. Misalnya saja, rasa ketika kehilangan hati orang terkasih, begitu kan?:-). Saya faham benar tentang itu. Ada tetesan air mata, sesak yang menjalar, dan lain sebagainya dan lain sebagainya:-).  Itu baru efek secara fisik saja. Lain lagi dengan di hati, tentunya akan hancur berantakan sekali:-) . Meskipun begitu, bukan berarti harus membuang cinta baru yang datang menghampiri hati. Tak usah mengingkari, kalau manusia juga membutuhkan cinta dari cinta manusia lainnya. Awali dengan niat dan hati yang bersih. Niat untuk semakin bisa mendekati cintaNya juga niat untuk bisa membangun Surga bersama sang tautan hati. Dan ketika bisa ‘imbang’, Insya Allah semua akan berjalan baik-baik saja. Jadi sekali lagi, mengapa harus membuang ‘cinta’ itu. Bukankah cinta itu fitrah. Bukankah yang menciptakan cinta itu juga Allah. Dan bukankah Allah itu mengikuti kehendak hamba-hambaNya. Lalu kenapa tidak berdoa meminta pada Allah untuk meridhoi saja ‘cinta’ yang mulai tumbuh itu. Memohon padaNya agar diberi kesempatan untuk semakin mendekati cintaNya menuju Surga yang telah dijanjikan. Tentunya bersama sang tautan hati.

*ini hanya sudut pandang saya yang kemungkinan bisa salah besar, mohon dikoreksi.

Advertisements

16 Responses to “Mengapa cinta harus dibuang??”

  1. Wkakakaka.
    Na, kamu cocok jd penasehat orang yg lg pacaran ato mo pacaran. Dalem bnget je kata2’y.. Penuh jiwa lah.

    Emm.
    Aku stuju dngan pendapatmu.. Kalo emang cinta bs d’buang, saya orang pertama yg bkalan nanya cara’y.. Hahaha.

    Memiliki cinta itu sakit, tp tdak memiliki’y itu menyedihkan. Jd mari b’doa b’sama smga Allah ridho ma cinta yg dia ksh untk kita.. TUHAN buka kan lah pintu hati’y, msh ngarep je Tuhan.. AMIN.

    Wkekeke. Panjang.

    🙂 berasa jadi psikolog dibilang gitu.. kalau sudah yakin bersambut ya tidak usah dibuang, tapi kalau tidak bersambut ya, throw away soon, caranya berdoa bro ^_^. Mohon diberikan yang terbaik dari Allah…begitu saudaraku.. *sotoy* 🙂

  2. Ini nyang dimangsut cinta ama siapa mbak?
    Cinta kepada Kholiq (Alloh) adalah MUTLAK, gak boleh diduakan/disandingken ama Makhluqnya (selain Alloh).
    Kalawo cinta pada selain Alloh, katakanlah beda jenis insan, itu adalah sunnatulloh, nyang tidak bisa dipungkiri, kecuali nyang syaraf 99% 🙄 😀
    Sekarang trus caranya jimana?
    Gampang, itu dengan ilmu tawakkal, yi jika kita tidak jadi dengan A, yakinlah berarti jodo kita si B, jika dengan si B gak jadi juga, yakinlah masih ada si C, dst. Yakinlah sumpah 😀 Ilmu keduax adalah, bahwa Alloh sudah menjadikan makhluknya itu PASTI BIN SELALU BERPASANG-PASANGAN.

    Cinta sama makhluk Allah pak, maksud saya di postingan ini bukan berarti menempatkan cinta pada manusia lebih tinggi daripada cinta kepada Allah lho ya, tapi ketika telah terlanjur mencinta 🙂 dan jika tlah yakin cintanya bersambut, maka perasaan itu tidak perlu dibuang karna takut kecewa mentang2 dulu pernah di sakiti trus trauma atau bagaimana…maksud saya begitu pak guru..

  3. cinta memiliki posisi dan porsi masing-masing, kita mencintai keluarga kita, mencintai harta kita, pekerjaan kita, selama itu juga dalam rangka memperkuat cinta kita kepada Allah maka tak ada masalah. Yang jadi masalah adalah kalau dengan kecintaan terhadap yang lain-lain mengorbankan cinta kita pada Allah

    iya pak iya pak *manggut-manggut*
    menempatkan cinta kepada Allah di atas cinta dari segala cinta…

  4. kenapa mempermasalah kan cinta kk??? baik dalam hadits n al-Quran tidak ada 1dalil pun yang mengharamkan tentang cinta..saya memang tidak berpengalaman..tapi semestinya cinta itu sebuah kejujuran,ketulusan n kesetian. cinta semestinya berhulu iman bermuara taqwa dan kebersihan.LELAKI SEJATI BUKAN DILIAT DARI BANYAKX PEREMPUAN MEMUJAX TAPI KOMITMENX PADA PEREMPUAN YANG DICINTAIX
    1 lagi cinta tidak lahir dalam kejapan maupuin paksaan tapi cinta berjalan lambat dan pelan..cinta sejati lahir karena mantapx niat dan teguhnya tujuan…(^_^)v

    benar sekali dek teori tentang lelaki sejatinya 🙂
    saya pribadi bukannya mempermasalahkan cinta lho, tapi maksud saya Insya Allah lebih kepada ingin memperbaiki “kejiwaan” seseorang yang pernah “bermasalah” kemudian “takut” melangkah kembali bersama rasa bernama “cinta” ^_^

  5. Blog mbak isna sudah masuk dalam list IBSN, silahkan di cek…
    selamat bergabung ya mbak… 😉

    salam, ^_^

    yup, trima kasih mas.. akhirnya ^_^

  6. kadang manusia terlalu terbawa egonya…. kita menangis ketika seseorang meninggalkan kita… sebenarnya bukan karena dia meninggalkan kita… tapi yang kita tangisi adalah diri kita akan sendiri…..akan susah…. akan, dan akan yang lain… semua muncul karena ego kita. tapi menangislah bila harus menangis…. dan cintailah cinta…….tapi ketika kamu mencintai seseorang ingatlah dan pasti kau akan berpisah dengannya…….ahbib ma syikta fainnaka mufariqun bih….. (alhadist)….. so what is love….??? hanya satu cinta yg tidak akan pernah kau terpisah darinya…..
    (gitu ya admin….. semoga deh…..)

    wew..pak Fahd, keliatannya dalem nih pak 🙂
    uhm..so..love is sweet feelings, gitu ya pak jawabannya, heheh *kabur*

  7. Kalo masalah rata kanan kiri aku sekarang sudah bisa mbak, tidak perlu klik button segala. Pakai : blog-tekan [Shift][Alt] [J] selesmai
    Apdet dunk… 😀

  8. Mangsut saia, blok teks bukan blog ^O^

  9. sucitro hadi Says:

    Assalamualaikum.
    Cinta tidak bakalan dapat dibuang dengan cara apapun,karena cinta adalah perasaan dan perasaan adalah hati. Kalau membuang cinta bagaimana jadi manusia tanpa hati.
    Putus cinta tidak harus menjadi patah semangat dan putus asa. Apa yang terjadi adalah suatu yang terbaik buat kita menurut Allah

    Menurut saya, cinta bisa dibuang kok pak..asalkan alasannya jelas saja..kalau misalnya bertepuk sebelah tangan ya masak mau dipertahankan, heheh, secara naluri akan sadar sendiri kalau memang cinta itu harus dibuang 🙂 kecuali kalau memang sudah yakin keduanya sudah saling “bertaut”, saya rasa tak perlu dibuang.. *sotoy*
    *Yup.. apa yang sedang terjadi pada kita adalah yang terbaik yang diberikan oleh Allah… setujuuuu! ^_^

  10. Akhirnya, helum hapdet juga mbak. Ini dah Juni lho 🙄

  11. Walah tetep megat megot gak ngapdet non hayo dong biar pada gak bosen

  12. to the best teacher in the world, Mr. Wandi : heheh..Insya Allah pak..nanti saya segera apdet… Saya jadi terharu nih, dikunjungi pak guru terus… Nanti saya apdet tepat di tanggal dan bulan saya lahir aja ya pak, it means, sebentar lagi…so..apapun apdetannya jangan lupa hadiahnya 😀

  13. berkunjung nih. isi absen dulu ya.

    salam kenal Pak Syaiful…trima kasih kunjungannya 🙂

  14. Ah, pusing! Tetep aja saya takut jatuh cinta. Lha wong bertepuk sebelah kaki melulu. Mending ga usah jatuh cinta, biar ga patah hati..;-(

    hehe..biarlah waktu yang menjawab ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: