Saya Rindu Mengajar

Rasa-rasanya sudah lama sekali saya tidak berada di depan mereka. Saya rindu dengan anak-anak SD itu. Saya rindu teriakan mereka di tempat parkir ketika menyambut kedatangan saya. Saya rindu menjawab tebakan-tebakan konyol mereka. Saya rindu meredam emosi ketika mereka mulai susah di atur. Saya rindu rengekan mereka ketika menginginkan saya untuk memberi lagu baru. Saya rindu betapa girangnya mereka ketika saya memberikan kertas bergambar untuk mengenalkan vocabulary baru. Saya rindu bermain dengan mereka. Saya rindu suara-suara lucu itu dan tulisan-tulisan unik mereka.

Saya juga rindu dengan para ABG itu. Gelak tawa dan kekonyolan mereka selalu membuat saya tersenyum atau bahkan terpaksa menahan tawa. Saya rindu berdiri di ruangan kelasΒ  siswa-siswa SMA saya. Saya begitu rindu menikmati peran saya kala itu. Saya juga rindu menikmati kebingungan mereka ketika tidak jelas dengan materi. Memberikan waktu untuk menyelesaikan penugasan lalu mendekati bangku mereka satu persatu untuk sekedar mencari tahu apakah mereka sudah benar-benar mengerti. Kemudian menarik dan menghembuskan nafas lalu tersenyum puas ketika saya tahu bahwa mereka sudah benar-benar faham dan mampu menyelesaikan penugasan yang saya berikan. Saya juga rindu memberikan ulangan harian untuk mereka. Saya rindu suara panik gaduhnya kelas saat itu, padahal saya telah memberitahu akan ada ulangan beberapa hari sebelumnya. Saya rindu duduk di kursi saya sambil mengawasi mereka satu persatu saat ulangan. Tersenyum kecil saat mengetahui beberapa dari mereka mulai bersiap mengeluarkan jurus-jurus jitunya untuk mencontek. Terus mengawasi saya hingga mereka merasa saya lengah, lalu memulai aksinya menurunkan tangan kiri merogoh ke dalam laci mengambil contekan kecil yang telah dipersiapkan semalaman. Atau menendang nendang kursi teman di depannya untuk meminta jawaban. Atau melihat mereka menunduk namun saya tahu benar bahwa matanya sedang melirik jawaban teman di sebelahnya. Lalu saya juga rindu melihat perubahan suasana kelas ketika saya bilang kata-kata andalan saya, “Do by yourself and don’t cheat your friends guys!”. Seketika juga gesture mereka akan berubah, kembali duduk tegak dan fokus pada kertas masing-masing karena takut nama mereka akan saya catat sebagai tersangka dan menerima konsekuensi pengurangan nilai.

Saya rindu mengajar. Saya rindu membuat lesson plan. Saya rindu terbangun tengah malam mempersiapkan media. Saya rindu celoteh anak-anak SD itu . Saya rindu mendengarkan curahan hati para ABG yang takut menghadapi UAN..dan lain sebagainya dan lain sebagainya..

Ah..saya tahu benar bahwa kumpulan kerinduan saya kali ini adalah kumpulan rindu untuk kembali mengajar di sekolah…

*mohon doanya yah, skripsi.. skripsi πŸ™‚

Advertisements

10 Responses to “Saya Rindu Mengajar”

  1. wah emang T O P deh bu guru yg satu ini….. kedewasaan dan sifat ke ibuan yg muncul menandakan kematangan…… kalo menurut ane sih…. mengajar adalah hal yang paling mulia….. dimana kita mengajarkan satu kosa-kata yg bila mana yg satu itu dimanfaatkan dalam kebaikan dan di sebarkan…. maka tak terhitung berapa pahala yg kita dapat hanya dari 1 kata tadi…..
    ane yakin bukan cuma ibu guru yg merindukan anak didiknya tapi mereka juga demikian….. karena yang dari hati pastilah menggetarkan hati……. kewajiban kita adalah untuk mencari ilmu….. pesan nabi…. jadilah Pengajar atau Pencari ilmu…….(kun aliman aw muta’alliman)….. dan tidaklah Aku (nabi) diutus kemuka bumi kecuali untuk perbaikan…… tetap semangat ya bu guru…… saya percaya kelas terlalu sempit untuk dijadikan ruang mengajar…… πŸ˜‰

    waduw..saya takut dengan pujian pak πŸ™‚ tapi saya senang karena selalu ada nasehat dalam commentnya pak fahd, heheh
    thank you so much ^_^
    *barusan tugas sudah saya kerjakan lho bos, 50:50 πŸ˜†

  2. mari kembali mengajar, karena mengajar itu amat menyenangkan

    Insya Allah pak…saya sudah rindu sekali…

  3. Na bagus tenan tulisanmu ini.. Suasana’y dapet bnget, jiwa ibu gurumu memang telah mengalir bak air bah.. Hahaha.
    Gmn na, apa selama ngajar ada anak ABG yg terpesona aura kamu kah? Hahaha..
    Oy na, arti kalimat bhasa inggrismu diatas itu apa??

    Makasih ya bro, lama tak jumpa nih, gimana kabar?
    ehm..terpesona?? nggak tau juga ya bro πŸ˜†
    *yang itu artinya jangan mencontek, kerjakan sendiri donk πŸ™‚

  4. berkunjung kembali

    trima kasih pak Narno sudah berkunjung kembali, tapi isinya masih nggak nambah2 juga πŸ˜†

  5. rindu anak-anak SD atau rindu anak-anak SMA…
    kan anak SMA lebih menantang…
    hati2 cinlok lho..
    hehe…

    meskipun anak-anak SMA lebih menantang, tapi kalau masalah “rindu” ya nggak bisa di bandingkan akh..
    ehm..cinlok itu kan jajanan dari bandung itu ya?
    oo cilok ding, hehe.. πŸ˜†

  6. ditunggu tambahannya

    hehe… insya Allah segera pak, tapi apa ya.. ^_^

  7. Alhamdulillah baik na.. Kamu sndiri gmn kbr’y?

    Wah, masa ga ada yg terpesona..? Pdhal aura’mu kan bda bnget.. Hahaha..
    Skrang lg ngajar d’mana na, msh d’wonosari?

    Alhamdulillah baik juga bro..
    ehm..aura apa ta..aura kasih? πŸ˜†
    btw sekarang kan habis ujian, jadi ya nggak ngajar, hehe.. tapi insya Allah semoga segera ngajar lagi, di wonosari, atau dimanapun, tergantung rizkinya di beri di mana…semoga segera..doanya ya ^_^

  8. ibu guru sejati…

    amin..amin.. ^_^

  9. jadi inget ama guru SD saya dulu …
    huhu ,,

    memangnya guru SD nya kenapa dek?

  10. siiip bu guru ….

    siiiiipp juga yaaa ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: