Tentang Keinginan

Aku suka dengan keindahan pelangi.  Tapi perlu kamu tahu, aku tak ingin menjadi pelangi.  Dia selalu bersyarat.  Bersedia muncul hanya ketika langit telah usai mengguyur bumi.  Bukan sebelum itu.

Kemudian ketika pelangi itu telah muncul, maka ia tak kan selamanya ada.  Bahkan sehari pun tidak.  Hanya beberapa saat, lalu menghilang.  Apakah itu berarti pelangi tak setia ya?

Lain halnya dengan bintang.  Bintang ada untuk menemani malam.  Kemudian ketika malam berganti terang, bintang juga akan pergi berlalu.  Tahukah kamu mengapa? Itu karna bintang ingin menjaga hatinya hanya untuk malam.  Iya, hanya untuk sang malam saja. Bintang tak mau tampak bersama mentari atau apapun.  Lalu ketika terang menghilang digeser oleh malam, maka bintang akan nampak kembali membantu menerangi sang malam.  Begitu seterusnya.

Ah, meskipun begitu, aku tak ingin menjadi bintang.  Aku ingin tetap menjadi diriku seutuhnya bersama isi hatiku saat ini.  Dan terlepas dari itu semua, kamu akan aku beritahu suatu hal tentang sebuah keinginan:

“Ketika hujan turun lagi seperti sore kali ini, maka aku ingin kamu ada di sini, duduk di sampingku menanti pelangi untuk kita nikmati keindahan rupanya. Dan kalau kamu mau, aku akan bersedia membuatkan bakmi goreng kesukaanmu dengan aroma kuat mericanya.  That’s all”

Kemarilah, duduklah di sini di sampingku…

Jogja, 12 Januari 2010, di balik jendela…

*Sekali lagi,  adalah untuk seorang kaum adam yang rusuknya (semoga) menjadi perwujudanku kini.   Semoga Allah meridhloi kita ya.  Aamiin.

🙂 🙂 🙂

Advertisements

8 Responses to “Tentang Keinginan”

  1. bulan kamu salah lo……………… emang nulisnya di masa dpn ya.. wakakakka

  2. bulan yang mana? sekarang kan januari, udah bener kan? liat lagi ya.. yang teliti.. 😆

  3. Ehem, lope lope lg.. Hahaha.
    Knpa ga jd pelangi na? Kan semua yg indah namun terbtas slalu d’nanti untk datang kmbli, esok dan esok’y lg.. Maka’y ada temenku slalu berucp ‘aku ingin menjdi senja’.

    Weh, sang perwujudan rusuk sdang tenggelam dlm penantian.. Siapakah ‘pemilik’ penyair yg brnama isna ini? Hahaha..

    Jadi diri sendiri aja deh, hehe :p
    Pemiliknya siapa ya.. kita semua kan milik Allah bro ^_^
    Btw..bukunya udah terbit belum? gratis loh 😆

  4. kehidupan ini selalu berputar, silih berganti, tak ada yang abadi kecuali yang maha abadi

    iya, berputar seperti roda *halah… 😆 😆

  5. Haiiiii… ehm lope-lope temanya nee (^^)v btw jago buat bakmi goreng ya. pengen ngerasain neeh

    hai juga.. kalo musim hujan jadi gimanaaa gitu ^_^
    main ke jogja aja mas, banyak yang jual bakmi goreng di sini 😆

  6. good blog,,

    oya hanya sedikit kata2,,
    untuk menyambung kalimat terakhir (rusuknya sedang menjadi perwujudanku..) di blogmu,,

    wanita diciptakan bukan dari tulang kaki, yang seenaknya diinjak oleh pria. wanita juga tidak diciptakan dari tulang kepala yang seenaknya menyuruh pria tapi wanita diciptakan dari tulang rusuk supaya dekat dengan tangan untuk dilindungi dan dekat dengan hati supaya mendaptkan kasih sayang yg lebih dri pria

    maaf klo bikin bingung …. wkwkwkwkwkwkkkk

    lam kenal

    Trima kasih, salam kenal juga ya ^_^
    anyway, ga bikin bingung kok, insya Allah paham 🙂

  7. Hahaha, buku y?
    Insya Allah tak kirim, tp skarang msh jauh dr selesai. Dan buku pertama itu bukan buat umum, tp kl kamu mau bc tak kirim dah.. Tinggal sms alamat’mu aja.. Hehe

    Beneran lho bro, tak tagih janjinya, gratis 😆

  8. belum ada yang baru?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: