Archive for hujan

Tentang Keinginan

Posted in Uncategorized with tags , , on January 12, 2010 by isnanamaxu

Aku suka dengan keindahan pelangi.  Tapi perlu kamu tahu, aku tak ingin menjadi pelangi.  Dia selalu bersyarat.  Bersedia muncul hanya ketika langit telah usai mengguyur bumi.  Bukan sebelum itu.

Kemudian ketika pelangi itu telah muncul, maka ia tak kan selamanya ada.  Bahkan sehari pun tidak.  Hanya beberapa saat, lalu menghilang.  Apakah itu berarti pelangi tak setia ya?

Lain halnya dengan bintang.  Bintang ada untuk menemani malam.  Kemudian ketika malam berganti terang, bintang juga akan pergi berlalu.  Tahukah kamu mengapa? Itu karna bintang ingin menjaga hatinya hanya untuk malam.  Iya, hanya untuk sang malam saja. Bintang tak mau tampak bersama mentari atau apapun.  Lalu ketika terang menghilang digeser oleh malam, maka bintang akan nampak kembali membantu menerangi sang malam.  Begitu seterusnya. Continue reading

Advertisements

Tentang Hujan 2008 (part 3-habis)

Posted in Uncategorized with tags , , , , , , on December 24, 2008 by isnanamaxu

Melalui awan mendung yang berkumpul di langit Jogja kali ini…

Seperti kumpulan kelam nan muram. Seolah menahan beban yang tertahan untuk dikeluarkan. Kemudian langit semakin gelap, kian menghitam dan pekat. Menunggu seper sekian detik lagi untuk hancur.

Kini lebur. Pecah juga bebannya. Perlahan tapi pasti, rintiknya menjadi deras. Hingga tak terlihat lagi putusan-putusan hujan itu. Seperti milyaran juluran tali dari langit yang sengaja di buang ke bumi. Agresif dan tanpa spasi.

Derasnya pun seperti menusuk. Apalagi gaduhnya, terlalu mengusik. Hampir seperti pukulan genderang berurutan. Meski masih saja ada burung yang mau berkicau dan kudengar.

Tapi hampa. Tetap saja hampa. Riuh hujannya memekakkan. Apalagi wujudnya, kian memilukan. Continue reading

Tentang Hujan 2008 (part 2)

Posted in Uncategorized with tags , , , , , , on December 23, 2008 by isnanamaxu

Romantisme hujan pun telah hilang,

Berlari menjauh, tanpa sekalipun mau berhenti

Dan kini yang tersisa hanya luka

Sakit yang mengendap tanpa ku tau kapan sembuhnya

*I never imagined, I could hurt like this…

Tentang Hujan 2008 (part 1)

Posted in Uncategorized with tags , , , , , on December 18, 2008 by isnanamaxu

Mentari sembunyi,

Seakan takut menghadang pasukan mendung

Aku berteriak, “AYO LAWAN MENDUNG ITU! AGAR TAK JADI HUJAN! KARNA BAGIKU KINI, HUJAN ADALAH KEHILANGAN…!!

*dan mendung semakin kelam