Archive for puisi

10 Januari

Posted in Ibu with tags , , , , on January 10, 2009 by isnanamaxu

80x80

Perempuan ini adalah cahayaku,

Yang selalu bersedia menuntun langkahku dalam kegelapan

Juga embunku,

Yang meneteskan kesejukan luar biasa dalam duniaku

Perempuan ini adalah sumber energi tanpa batas untukku,

Karna Ia setia mengaliri jiwaku dengan doa-doanya

Ah…sungguh…Perempuan ini adalah segalanya bagiku,

Karna Perempuan ini, sepenuhnya Ibuku… Continue reading

Tentang Hujan 2008 (part 3-habis)

Posted in Uncategorized with tags , , , , , , on December 24, 2008 by isnanamaxu

Melalui awan mendung yang berkumpul di langit Jogja kali ini…

Seperti kumpulan kelam nan muram. Seolah menahan beban yang tertahan untuk dikeluarkan. Kemudian langit semakin gelap, kian menghitam dan pekat. Menunggu seper sekian detik lagi untuk hancur.

Kini lebur. Pecah juga bebannya. Perlahan tapi pasti, rintiknya menjadi deras. Hingga tak terlihat lagi putusan-putusan hujan itu. Seperti milyaran juluran tali dari langit yang sengaja di buang ke bumi. Agresif dan tanpa spasi.

Derasnya pun seperti menusuk. Apalagi gaduhnya, terlalu mengusik. Hampir seperti pukulan genderang berurutan. Meski masih saja ada burung yang mau berkicau dan kudengar.

Tapi hampa. Tetap saja hampa. Riuh hujannya memekakkan. Apalagi wujudnya, kian memilukan. Continue reading

Tentang Hujan 2008 (part 2)

Posted in Uncategorized with tags , , , , , , on December 23, 2008 by isnanamaxu

Romantisme hujan pun telah hilang,

Berlari menjauh, tanpa sekalipun mau berhenti

Dan kini yang tersisa hanya luka

Sakit yang mengendap tanpa ku tau kapan sembuhnya

*I never imagined, I could hurt like this…

Tentang Hujan 2008 (part 1)

Posted in Uncategorized with tags , , , , , on December 18, 2008 by isnanamaxu

Mentari sembunyi,

Seakan takut menghadang pasukan mendung

Aku berteriak, “AYO LAWAN MENDUNG ITU! AGAR TAK JADI HUJAN! KARNA BAGIKU KINI, HUJAN ADALAH KEHILANGAN…!!

*dan mendung semakin kelam